irvanmumtaza

Archive for Maret, 2011|Monthly archive page

Tindakan Pencegahan Bahaya Kebakaran Aktivitas Konstruksi

In 1 on 17 Maret 2011 at 03:15

Tindakan pencegahan bahaya kebakaran dari aktivitas konstruksi / proyek:

1. Pencegahan secara administratif terhadap segala aktivitas konstruksi/proyek

Gunakan sistem pre-permit (surat izin kerja) terhadap kontraktor proyek untuk menilai tingkat

Resiko pekerjaan proyek yang akan dilakukan diarea pabrik, sebelum proyek dimulai.

Jika di dalam proyek tersebut ada aktivitas pengelasan/welding, maka harus diawasi oleh

orang dalam (karyawan) selama pengelasan tersebut berlangsung.

Bahan-bahan yang mudah terbakar (karton, cushion (EPS), plastik, kertas, dll) harus dijauhkan

dari area pengelasan/welding kira-kira 11m

2. Pencegahan-Penanggulangan Kebakaran

Lakukan inspeksi/audit terhadap standar perlindungan terhadap kebakaran dan periksa

instalasi/alat-alat pemadam kebakaran yang tersedia di setiap area.

Alarm kebakaran, Sprinkler, Hydrant dan APAR) Pastikan berfungsi dan dapat bekerja

Dengan baik.

Ayo Mahasiswa Berantas Korupsi

In 1 on 9 Maret 2011 at 13:00

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas, menyatakan, untuk memberantas korupsi di negeri ini pihaknya perlu bekerja sama dengan berbagai pihak terutama dengan mahasiswa.

“Untuk memberantas korupsi, tentunya KPK tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, bekerja sama dengan lembaga pemerintahan sangat baik, tapi jauh lebih baik bisa bekerja sama dengan mahasiswa. Mahasiswa, menurut saya, juga berperan dalam membarantas korupsi,” kata Nusyro Muqoddas, dalam kuliah umumnya, di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha Bandung.

Ia mengatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat memiliki peran strategis untuk memberantas korupsi di Indonesia. Ketika disinggung sejauh mana efektifitas peranan mahasiswa dalam pemberantasan korupsi, pihaknya mengatakan peranannya sangat efektif.

KPK sendiri, kata Busyro yang baru memimpin lembaga tersebut sekitar dua bulan, membutuhkan mahasiswa dalam penanganan kasus korupsi. “Seperti dalam pencegahan korupsi pada projek pembuatan jalan kami membutuhkan mahasiswa yang ahli di bidang tersebut. Mahasiswa bisa nanti praktek kerja di sana,” kata Busyro.

Menurutnya mahasiswa mampu memberantas korupsi, pasalnya selain wartawan, mahasiswa adalah pilar demokrasi. “Mahasiswa jangan hanya melaksanakan perkuliahan di kampus saja, tapi melakukan kajian pembangunan daerahnya sendiri, sehingga muncul jiwa kepemimpinan untuk bisa mengadvokasi kasus korupsi,”jelasnya.