irvanmumtaza

Archive for April, 2011|Monthly archive page

Program Beasiswa S-1 Dan S-2 Di Rusia

In 1 on 7 April 2011 at 05:57

Pemerintah Federasi Rusia kembali menawarkan beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk studi di Rusia. Program beasiswa yang dibuka tahun ini meliputi jenjang S-1, S-2, dan spesialisasi sebanyak 35 beasiswa, serta S-3 dan post-doctoral sebanyak 10 beasiswa.

Bagi yang berminat, persyaratan yang harus dipenuhi untuk pelamar beasiswa S-1 adalah nilai ijazah rata-rata 8,0 untuk mata pelajaran yang sesuai program studi tujuan, tidak ada angka merah untuk mata pelajaran lain, dan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan.

Syarat utama untuk pelamar beasiswa S-2, kandidat harus memiliki IPK minimum 2,75 dengan usia maksimal 28 tahun atau tiga tahun setelah tamat S-1, dan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Adapun beasiswa yang tersedia untuk bidang Ilmu Alam, Teknik, Sosial, dan Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia satu kuota dan Kedokteran hanya tersedia tiga kuota.

Sementara itu, untuk beasiswa S-3, pelamar harus lulus S-2 dengan pengalaman kerja sesuai spesialisasi, berusia maksimal 35 tahun, dan membuat proposal singkat maksimal dua halaman bertema penelitian ilmiah dengan menyertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Khusus lulusan Rusia, proposal dibuat dalam bahasa Indonesia dan Rusia dengan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan ke dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap dua).

Untuk beasiswa post-doctoral, pelamar telah lulus doktoral dan memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi. Usia pelamar maksimal 45 tahun dan harus membuat proposal singkat maksimal dua halaman tentang tema penelitian ilmiah dan menyertakan daftar judul publikasi (kalau ada).

Selain itu, pelamar juga harus menyertakan surat rekomendasi dari dua profesor. Khusus lulusan Rusia, proposal dibuat dalam bahasa Indonesia dan Rusia serta melengkapi berkas-berkas yang diperlukan.

Bagi yang berminat, pelamar akan melewati tiga tahap seleksi, yaitu seleksi lamaran, wawancara, dan lulus wawancara yang selanjutnya berkas dikirim ke dan diseleksi oleh Kementerian Pendidikan Rusia.

Adapun skema beasiswa yang akan diterima kandidat adalah biaya pendidikan selama jenjang pendidikannya S-1 (5 tahun), S-2, S-3, dan post-doctoral (3 tahun), uang saku per bulan 1.100 rubel atau 37,2 dollar AS untuk S-1 dan S-2, atau uang saku per bulan 1.500 rubel atau 50,8 dollar AS untuk S-3 dan post-doctoral.

Selain itu, S-1 dan S-2 akan mengikuti fakultas persiapan selama satu tahun untuk belajar Bahasa Rusia. Mereka akan tiba di Rusia bulan September, sedangkan untuk program S-3 dan post-doctoral tiba di Rusia pada Desember.

Pemerintah Rusia tidak akan menanggung tiket pesawat Jakarta-Moskwa. Kandidat akan menerima uang saku untuk pengeluaran pribadi minimal 300 dollar AS per bulan dan polis asuransi kesehatan 250 dollar AS, kecuali untuk kota-kota tertentu di selatan dan timur Rusia. Penerima beasiswa juga akan disediakan asrama mahasiswa yang ongkos sewanya dibebankan kepada penerima beasiswa (lebih kurang 30 dollar AS per bulan).

Banyak NAPI Yang Belum Lulus SD & SMP

In 1 on 5 April 2011 at 02:59

Sebanyak 67 narapidana rumah tahanan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti pendidikan kesataraan kejar paket A (setara SD) dan paket B (stara SMP) dengan kerja sama Pusat Kegiatan Belajar Masyarat (PKBM) sebagai penyelanggara pendidikan tersebut.

Kepala Rutan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Dannie Firmansyah, Selasa, mengatakan, kegiatan pembelajaran kesetaraan kejar paket tersebut untuk mendukung program pemerintrah tentang penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun.

Karena itu, pihaknya kerja sama dengan PKBM Al Ihsan Rangkasbitung untuk mendukung program pendidikan dasar bagi narapidana yang menjalani masa hukuman. Dia menyebutkan, saat ini warga binaan Rutan Rangkasbitung yang mengikuti kejar paket A sebanyak 35 orang dan paket B tercatat 32 orang.

Mereka peserta pendidikan kesetaraan rata-rata berusia antara 20 sampai 45 tahun dan sebagian besar terlibat kasus pencurian. “Dengan pendidikan kesetaraan ini tentu mereka para narapidana memiliki ilmu pengetahuan umum juga dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

Sementara itu, Udin (30) seorang peserta Paket B mengaku ia merasa terbantu dengan mengikuti pendidikan kejar paket tersebut sehingga diharapkan setelah lulus nanti bisa melanjutkan paket C (stara SMA). “Kami setelah pulang nanti ingin melanjutkan pendidikan juga tidak ingin lagi melanggar hukum,” katanya.